Wahai anakku yang tercinta,
Sekarang
aku akan menasehati engkau dengan nasehat terakhir, yaitu dengan delapan
perkara, maka terimalah nasehatku ini supaya ilmu yang ada pada dirimu itu
tidak menjadi hujjah untuk kemadharatan enkau pada hari kiamat nanti. Adapaun
depalan perkara ini terbagi kepada dua, yang empat perkara mesti engkau
tinggalkan dan 4 perkara lagi mesti engkau laksanakan.
Adapaun
perkara yang mesti engkau tinggalkan adalah sebagai berikut :
PERKARA PERTAMA :
Bahwa engkau
janganlah bertengkar kepada seseorang pada apapun masalahnya, karena
pertengkaran itu adalah mengandung bermacam-macam penyakit dan dosanya pun
pebih besar daripada faedahnya, karena pertengkaran itu adalah puncak segala
peragai yang jahat seperti riya, hasud, takabbur, dengki, permusuhan, dan
merasa bangga dengan kemampuan diri sendiri dan lain sebagainya lagi. Jikalau
suatu hari nanti engkau masuk dalam kancah pertengkaran antara engkau dengan
orang lain atau dengan sekumpulan orang sedangkan adalah niat yang ada dihatimu
itu untuk mendhahirkan kebenaran supaya kebenaran itu tidak hilang maka
bolehlah engkau berbuat yang demikian, tetapi jika berniat dihatimu itu untuk
mendhahirkan kebenaran maka disana terapat dua tanda :






